Posts

Ketaatan Kepada Pemerintah Adalah Bentuk Perwujudan Iman.

Image
Hari ini kita bangsa Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan RI ke 76. Bacaan Suci menampilkan orang Farisi melihat bahwa Yesus telah menjadi suatu masalah yang dapat mengganggu posisi mereka sebagai pemimpin umat. Maka segala cara mereka lakukan agar dapat menyingkirkan Yesus. Maka orang-orang Farisi mengajak orang Herodian untuk mengajukan sebuah pertanyaan, dengan harapan bahwa pertanyaan tersebut dapat menjatuhkan Yesus. "Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Pertanyaan ini merupakan isu yang sangat penting bagi orang Yahudi yang sedang dijajah oleh bangsa Romawi. Melalui pertanyaan tersebut mereka berharap bahwa Yesus akan terjebak. Bilamana Yesus mengatakan untuk tidak membayar pajak, maka Yesus akan dituduhkan menghasut rakyat untuk melakukan perlawanan kepada penjajah Romawi. Dan bilamana Yesus mengatakan harus membayar pajak, maka Yesus akan dianggap tidak memiliki keberpihakkan kepada bangsaNya. Karena bagi orang Yahudi menjadi keterpaks

Perumpamaan kisah Si Kembar.

Image
Dikisahkan dua bersaudara. Si sulung menjadi Imam yang taat dan setia di pedalaman Papua. Orangnya sederhana dan apa adanya. Ia meninggal karena kanker otak di kepalanya pada usia ke lima puluh. Si bungsu seorang saudagar yang kaya dan sukses. Ia dihormati karena kaya dan murah hatinya. Ia pun meninggal dengan tenang ketika memasuki usia lima puluh.  Saat bertemu Tuhan di surga, keduanya disambut dengan kemuliaan yang tiada taranya. Tuhan bertanya kepada si sulung, jika kepadamu diberi kesempatan hidup sekali lagi, ingin menjadi siapa dirimu? Dengan mantap ia menjawab, Pastor. perjalanan iman seseorang. Yang satu ringan dan mudah, seperti menemukan harta terpendam di lahannya. Yang lain menempuh jalan yang berat dan sukar, seperti pedagang mencari mutiara yang indah. Namun, keduanya sama-sama mempertaruhkan segala miliknya dengan sukacita demi kemuliaan yang mereka peroleh. Perjalanan iman sering tampak tidak adil. Ada yang ditentang, dihina bahkan disiksa dan dibunuh karena imannya. Y

Keluarga Kita Adalah Pondasi Gereja. Matius, 13:16-17

Image
Hari Raya Pesta orang  tua Santa Perawan Maria Bunda Allah, yaitu Santo Yoakim dan Santa Anna. Mereka dikenang sebagai orang-orang yang setia dan berkomitmen menaati Allah dan hukum-hukum-Nya. Mereka mempersiapkan Maria kecil dengan baik untuk suatu peran penting dan kelak menjadi Bunda Tuhan dan Juruselamat kita. Santo Yoakim dan Santa Anna mengajari Bunda Maria yang terberkati untuk taat kepada Tuhan, untuk menjadi orang yang benar dan adil menurut hukum yang telah diwahyukan Allah kepada umat-Nya melalui Musa. Yaitu Sepuluh Perintah yang Tuhan nyatakan kepada Israel di Gunung Sinai, sebagai inti dan dasar hukum yang telah sediakan Allah bagi mereka.    Dalam tradisi Gereja, Santo Yoakim dan Santa Anna adalah orangtua yang penuh kasih dan perhatian dalam membesarkan Bunda Maria dengan baik, ini mau menunjukkan kepada kita apa artinya menjadi orangtua bagi anak-anak kita dan terutama sebagai orangtua Kristiani. Melalui iman dan teladan yang ditunjukkan oleh Santo Yoakim dan Santa Anna

Mengapa Engkau Menangis ? Siapakah Yang Engkau Cari ? Yohanes, 20:1.11-18

Image
Mengapa yang menjadi saksi pertama Yesus yang bangkit adalah Maria Magdalena, bukan para murid? Mungkin karena Maria Magdalena mengenang Yesus yang wafat dengan hati. Sementara para murid mengenang Yesus yang wafat dengan pikiran.  Maria Magdalena tidak peduli apa yang terjadi padanya jika ia ketahuan mengunjungi makam Yesus oleh orang-orang yang menyalibkan Yesus. Para murid tidak berani tampil setelah peristiwa mengerikan itu. Pikiran mereka masih tercerai berai, mereka dalam keadaan kalut dan takut. Maria Magdalena walaupun dalam keadaan kalut, namun hatinya tetap fokus pada Yesus yang baru saja wafat di salib. Dengan segenap hatinya ia kembali ke makam untuk memberikan yang terbaik dan yang terjadi di luar pikirannya, Yesus telah bangkit dan menjumpainya.  Ketika Yesus masih hidup maupun setelah kematian-Nya, Maria Magdalena tetap menaruh kasih yang mendalam dan total kepada Yesus. Sebelum peristiwa salib, Maria Magdalena juga mempunyai kasih yang besar. Ia mengiringi perjalanan Ye

Kamu Dan Aku Adalah Lahan Yang Subur Pemberian dari Tuhan Matius, 13:1-9

Image
Untuk menjadi tanah yang subur dan menghasilkan banyak buah adalah sebuah perjalanan yang panjang. Rasanya tidak mungkin menjadikan sebuah lahan menjadi tanah yang subur dan seketika itu juga menjadi lahan yang menghasilkan buah berlimpah. Tetapi berproses dan tahap demi tahap.  Kesetiaan menjalani proses dan mengikuti proses itulah yang menentukan apakah akan menjadi tanah yang baik atau tidak. Tidak jarang proses itu adalah proses yang menyakitkan. Supaya menjadi tanah yang bisa ditanami sering kali lahan harus dibajak berulang kali. Jika tanah bisa berbicara, ia pasti berteriak kesakitan. Dan memang proses itu menyakitkan, proses membongkar kemapanan yang tidak membuat pertumbuhan dengan baik supaya ada transformasi menjadi tanah yang subur. Gambaran ini bisa kita pakai dalam hidup kita. Pada dasarnya kita sudah menjadi lahan yang subur. Namun karena tidak diolah, kita justru menjadi tanah yang tandus dan gersang. Sekualitas apapun benih yang ditaburkan dalam diri kita, tidak akan b

Melaksanakan Kehendak Allah dan Menjalankan Perintahnya serta menjauhui Larangannya Matius, 12:46-50

Image
Dasar hidup baru dalam pembangunan kehidupan bersama sebagai murid Yesus adalah melaksanakan kehendak Allah. Ini melampaui batas-batas darah dan daging, kesukuan, bahasa, kebudayaan dan sebagainya.  Ikatan keluarga yang sejati adalah ikatan karena melaksanakan kehendak Allah. Sementara ikatan lain yang didasarkan pada kategori manusia hanyalah ikatan sementara dan rapuh, tidak kuat. Sewaktu-waktu bisa putus dan ambruk. Berbeda dengan ikatan yang dasarkan pada kehendak Allah. Akan menjadi awet dan abadi sekaligus mendatangkan sukacita yang sejati. Gereja Kristus dibangun di atas dasar melaksanakan kehendak Allah ini. Semua orang dari berbagai penjuru dunia, datang dan bersatu dalam ikatan melaksanakan kehendak Allah. Darah dan kesukuan tidak akan pernah membatasi orang untuk masuk dalam kawanan Kristus, Sang Gembala Agung.  Yesus memberi harapan bagi orang-orang yang tidak lagi bisa bersama keluarganya karena berbagai alasan dan penyebab. Yesus pun memberikan penekanan ulang pada relasi

Melayani Dengan Kasih, Keadilan Dan Kebenaran Matius,12:14-21

Image
Ketika berbicara tentang kekuasaan dan otoritas, kita tidak dapat menyangkal bahwa kekuasaan dan otoritas itu perkasa. Selain orang-orang yang tinggi dan perkasa, ada juga orang-orang biasa yang jatuh ke dalam godaan untuk menggunakan kekuasaan dan kekuatan agar segala sesuatunya berjalan sesuai keinginan mereka. Mereka akan berkelahi dan berteriak untuk menyampaikan ide dan cara mereka. Inilah cara orang Farisi yang kita dengar dalam Injil. Mereka menggunakan kekuasaan dan otoritas untuk berkomplot dalam melawan dan bagaimana menghancurkan Yesus. Inilah kekuasaan dan otoritas yang disalahgunakan. Bagaimana dengan Yesus? Seperti dikutip Yesaya, buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap.  Sesungguhnya jalan Yesus adalah kelembutan dan belas kasihan. Maka kita perlu tahu bahwa apa pun kekuatan dan otoritas yang kita miliki atas orang lain harus